Fakta Hubungan Makanan dan Minuman dengan ASI

Makanan Pedas, Mitos: Bayi ikut kepedasan hingga diare.

Kopi, Mitos: Bayi rewel dan tidak bisa tidur.

Alkohol, Mitos: Bayi kecanduan dan mengalami masalah kesehatan.

Merkuri dalam sushi, Mitos: Bayi keracunan sushi.

Gas dapat membuat kembung, Mitos: Ibu makan kol maka bayi bisa kembung.

Pemanis buatan, Mitos: Aspartame dan Sorbitol tidak baik untuk bayi.

Minuman dingin, Mitos: Minuman dingin dapat membuat ASI dingin.

Status: Tidak Benar

Makanan pedas. Fakta: Tidak benar juga bayi akan mengalami masalah pencernaan seperti mencret dan diare. Makanan pedas berisiko terhadap ibu itu sendiri, yaitu mengalami gangguan pencernaan seperti diare. Masalahnya, jika Anda menderita diare, tentu bisa memengaruhi kualitas ASI karena diare bisa membuat Anda mengalami dehidrasi (kekurangan cairan).

Kopi. Fakta: Ruth A. Lawrence, MD, dan Robert M. Lawrence, MD, penulis buku Breastfeeding: A Guide For the Medical Profession mengatakan, minum secangkir kopi setiap hari tidak haram, sebab kandungan kafein yang ditemukan dalam ASI sangat rendah. Hanya saja, bila minum sampai lebih 6 cangkir sehari, kafein akan berakumulasi di dalam sistem pencernaan bayi dan dapat membuatnya terjaga plus rewel (karena susah tidur) serta iritasi pada pencernaannya.

Alkohol. Fakta: Ikatan Dokter Anak Amerika Serikat menyebutkan, ibu menyusui yang minum alkohol dalam jumlah banyak dapat membuat bayi mengantuk, lemah, berat badan susah naik dan mengurangi reflek pengeluaran ASI pada ibu. Hampir sama dengan kafein, dampak alkohol pada bayi tergantung pada kadar dan porsi yang Anda minum. Jika Anda hanya minum 1-2 gelas wine per minggu, kadar alkohol yang diserap oleh tubuh bayi sangat kecil. Meski demikian, selagi menyusui, sebaiknya coret minuman beralkohol dari daftar menu Anda.

Merkuri dalam Sushi. Fakta: Badan Pengawasan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) mengatakan, merkuri bisa terakumulasi di tubuh bayi sejak mereka berada di dalam kandungan akibat Bundanya mengonsumsi ikan laut dari laut yang tercemar buangan limbah pabrik yang bermerkuri. Karena itu, FDA mewanti-wanti ibu hamil dan menyusui untuk tidak mengonsumsi beberapa jenis ikan laut yang dianggap tinggi kandungan merkurinya, di ataranya; hiu, swordfish, dan sarden.

Gas bikin kembung. Fakta: Memang benar mengandung gas, namun tidak menyebabkan perut bayi kembung sebab gas tidak bisa masuk ke dalam ASI. Yang berisiko perut kembung adalah Anda yang menyantapnya.

Pemanis buatan. Fakta: Thomas W. Hale, RPh, PhD penulis buku “Medications and Mother’s Milk” mengatakan, meski aspartam dapat masuk ke dalam ASI, namun kadarnya terlalu rendah untuk menyebabkan efek samping pada bayi. Sedangkan untuk sorbitol, belum ada penelitian yang mengatakan bisa memengaruhi kualitas ASI. Pemanis buatan sorbitol biasanya digunakan pada makanan dan obat-obatan, dan secara alami zat ini juga ditemukan dalam buah-buahan.

Minuman dingin. Fakta: Suhu ASI di dalam payudara akan selalu hangat, yaitu 37ºC. Anjuran mengurangi minuman dingin sebenarnya lebih bertujuan menjaga ibu yang alergi terhadap dingin, agar tidak terserang gejala alergi seperti batuk atau asma. Inilah yang dapat mengganggu kegiatan menyusui.

Redaksi,

January 11, 2011, 3:56 am

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s