Pisang akan Musnah dalam 10 Tahun

Sebuah stasiun radio lokal melaporkan bahwa pisang tidak akan bertahan di muka bumi ini dalam 5-15 tahun ke depan. Pohon pisang telah berubah secara genetis menjadi tanaman baru yang berbeda dengan asalnya. Sementara pohon yang bertahan lambat laun akan dihancurkan oleh parasit.

Source: vianaaldila.tumblr.com

Status: Tidak Benar

Lagi-lagi, kita mendapat peringatan akan adanya bencana ekologi. Ancaman kali ini menimpa buah kesukaan kita semua, pisang. Sebuah laporan dari New Scientist di Januari 2003 menyatakan bahwa pisang akan benar-benar musnah. Penyebabnya adalah 2 jenis penyakit tanaman: Black Sigatoka, sejenis jamur daun, dan Wabah Panama (Panama Disease), sejenis jamur tanah yang menyerang akar pohon.

Hingga kini pernyataan ini masih menjadi bahan perdebatan berbagai pihak. Sebenarnya tanaman pisang tidak semuanya akan tersapu bersih dari permukaan bumi karena wabah penyakit. Saat ini diperkirakan ada sekitar 300 varietas tanaman pisang dan yang benar-benar menghadapi ancaman adalah satu satu darinya yaitu jenis Cavendish.

Cavendish, pisang yang banyak dikonsumsi oleh penduduk Amerika, mendapat ancaman di beberapa negara Asia oleh penyakit baru yang dikenal sebagi Panama Disease atau Race 4. Penyakit ini menyerang akar pohon dan tidak dapat dimusnahkan dengan fungisida biasa. Jika Race 4 berhasil mencapai areal yang luas terutama di perkebunan-perkebunan komersial, maka menjadi dampak yang buruk bagi seluruh species. Pisang lebih rentan terhadap penyakit dan hama bila dibandingkan mayoritas tanaman buah lainnya. Hal ini disebabkan karena mereka steril dan berkembang biak tanpa biji.

Pohon baru akan tumbuh dari pohon yang telah ada sebelumnya, menyerupai proses cloning. Tanpa keaneragaman alami yang biasanya dihasilkan oleh reproduksi secara seksual, pisang terus tumbuh dari generasi ke generasi dengan keseragaman susunan genetis. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk bermutasi dan beradaptasi serta rentan terhadap bencana spesies. Apa yang menimpa satu pohon, tanpa dapat dicegah akan juga menimpa pohon yang lain.

Tahun 1960, Gros Michel, jenis yang popular dalam varietas pisang, telah musnah oleh serangan Wabah Panama. Hilangnya Gros Michel mendongkrak Cavendish menjadi target nomor satu. Minimnya keaneragaman genetis pada pisang menempatkannya pada posisi yang tidak menguntungkan, dan bahaya yang ditunjukkan oleh Race 4 kepada Cavendish menjadi buktinya(Sigatoka, walaupun juga berbahaya, kurang membuktikan ancaman itu karena berhasil dimusnahkan). Menurut beberapa ilmuwan dan beberapa ahli soal pisang yang menghadiri konvensi dan alternatif penanganan penyakit pisang di Guayaquil, Ecuador, 7-10 August 2003, pisang masih jauh dari kepunahan.

Alternatif pengendalian penyakit seperti pengembangan tanaman yang tahan terhadap penyakit-penyakit utama, pengembangan bakteri, jamur dan mikro organisme lain yang berfungsi sebagai predator bagi penyakit, dan penggunaan bahan-bahan organik, telah memberi kontribusi yang besar tehadap pengendalian penyakit pada tanaman pisang. Meskipun Race 4 dapat menyebar ke areal penanaman yang luas, Pemerintah yang negaranya terkena wabah dapat langsung melarang ekspor pisangnya ke negara lain dan memulai penanaman kembali dengan bibit yang telah terbebas dari wabah penyakit. Oleh sebab itu pisang masih dapat terus dikembangbiakkan dan menemani kita untuk waktu yang lama.

Redaksi,

October 30, 2007, 12:29 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s