Di Balik Nikmatnya Minuman Dingin Di Jakarta

 

Setelah pengungkapan- pengungkapan peristiwa-peristiwa yang cukup mengagetkan seperti, pemakaian boraks pada beberapa jajanan favorit dipinggir jalan, pemakaian formalin yang berlebihan, pemakaian deterjen pada ikan asin biar keliatan lebih bersih dan putih atau pemakaian pewarna pada ikan kakap putih biar menjadi kakap merah yang di pasaran lebih mahal.

Nah tayangan kali ini mengungkap kasus es batu yang banyak digunakan di warung-warung seluruh Jakarta. Es batu ini ternyata berasal dari air sungai ciliwung yang kinclong banget warnanya itu. Pada awalnya mereka menggunakan zat pemutih agar air keliatan lebih jernih.

Kemudian dimasukkan kedalam pendingin dan jadilah peti-peti es yang besar dan bening. Awalnya es ini hanya digunakan untuk mengawetkan makanan (ikan, buah dan sayuran) atau mendinginkan minuman botol pada kotak2 yang tidak memiliki sistem refrigerator.

Tapi sialnya, para penjaja makanan dan minuman di jakarta (bahkan warung-warung yang besar) menggunakan es ini pada minuman dingin yang mereka jual. Es teh manis, aneka juice, es campur, es doger, dan lainnya yang membuat kita menelan ludah ketika melihat minuman ini kala terik menyengat. HANYA dengan alasan MURAH!

Tahukah kalian, setelah tim investigasi TransTV mencoba mengambil sampel secara acak di beberapa penjual yang menggunakan es ini pada aneka minuman, dan kemudian mengetesnya di laboratorium, terbukti dalam es itu mengandung bakteri E-COLI jauh diatas batas normal (10.000 – 20.000 per 100 mL). Dengan kata lain es ini mengandung bakteri hampir setara dengan (maaf) kotoran manusia.

Nah… Masih mau jajan sembarangan? ?? Emang Home made jauhhhhh lebih enak dan Sehat!!!!

Dan ini bukan di Indonesia saja, di AS es Batu Lebih Kotor Ketimbang Air Toilet (dari penelitian tahun 2006)!!

Anda suka meminum minuman dingin dari restoran siap saji? Mulai sekarang Anda harus berhati-hati karena lewat penelitian telah terbukti es batu yang disediakan restoran fast food mengandung lebih banyak kuman daripada air toilet. Ihh…

Anda kerap merasa kurang nyaman menggunakan air yang berada di kamar mandi umum? Tentunya Anda tak bisa menjamin kebersihan air tersebut bukan? Tapi apakah Anda pernah berpikir dari mana asal air yang dibekukan menjadi es batu di restoran siap saji?

Sepertinya Anda harus mengubah anggapan bahwa es batu yang berasal dari restoran siap saji aman untuk dikonsumsi. Sebuah penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa 70% es batu restoran siap saji lebih memiliki banyak kuman dibandingkan air toilet. Penelitian ini dilakukan oleh seorang anak perempuan yang baru berusia 12 tahun, Jasmine Roberts. Lewat penelitian ini Jasmine berhasil mendapatkan penghargaan proyek sekolah menengah.

Jasmine membuktikan penelitian ini dengan mengambil contoh es batu dan air toilet dari lima restoran siap saji yang berada di wilayah Florida Selatan. Setelah lengkap, ia melakukan pengecekan bakteri dari contoh es batu dan air toilet itu di University of South Florida . Dari hasil tes positif ditemukan bakteri E.coli yang biasanya terdapat dari sisa air pembuangan yang menyebabkan timbulnya beberapa jenis penyakit. “Bakteri ini seharusnya tak berada di dalam es batu. Jasmine membantu kita memperingatkan adanya bahaya kesehatan yang bisa disebabkan oleh es batu ini,” ungkap Dr. David Katz kontributor masalah kesehatan ‘Good Morning Amerika’ seperti dilansir detikhot dari ABC News, Senin (27/2/2006).

Baik Jasmine dan Dr. David mengatakan bahwa es batu tersebut dinilai lebih kotor dari air toilet karena mesin es batunya tidak bersih dan orang menggunakan tangan yang kotor untuk mengambil es. Sedangkan air toilet dinilai lebih bersih karena berasal dari sumber air yang telah melalui proses penyaringan
(diambil dari detikHot)

Status: Benar

Kita tulis “benar” tetapi ada juga banyak tempat yang pakai es batu yang bersih dan aman, yang penting untuk konsumen – WASPADALAH!! Untuk kasus yang terjadi di Indonesia, kami tidak dapat menemukan pernyataan resmi dari pihak Trans TV maupun pihak terkait lainnya mengenai kebenaran berita tersebut. Pernyataan yang mendukung kebenaran kisah itu di antaranya di sini.

Agung P memberi komentar atas artikel ini sebagai berikut: Kemarin kebetulan baru bicara dengan pengusaha es batu di daerah Tangerang yang omsetnya belum sebulan lebih dari 200 juta rupiah. Cara membuat es yaitu ambil air dari sungai, masukin kolam kasih tawas hingga bisa bening airnya. Masukan ke kolam air yang baknya udah ada mesin pendingin kasih oksigen tutup itu kolam, besoknya sudah jadi deh itu esnya. Kami juga menemukan informasi yang mungkin berguna bagi pembaca, silahkan klik ini. Ada 2 macam penggolongan bakteri di dalam saluran pencernaan:

  1. Bakteri pembusuk – ini dimasukkan ke dalam golongan bakteri Coliform, salah satu yang termasuk di dalamnya adalah escherichia coli. Bakteri coliform ini menghasilkan zat ethionine yang pada penelitian menyebabkan kanker. Bakteri-bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indole, skatole yang dapat menimbulkan penyakit bila berlebih di dalam tubuh,
  2. Bakteri baik – untuk mengimbangi bakteri pembusuk di dalam saluran pencernaan juga terdapat bakteri baik. Bakteri baik ini dimasukkan ke dalam golongan loctobakteri. Yang termasuk di dalamnya adalah lactobacillus, bifidobacterium, streptococcus. Menurut Dr John Harvey Kellog komposisi ideal dari bakteri di dalam saluran pencernaan adalah 85% lactobacteria (bakteri baik) dan 15% coliform bakteri (bakteri pembusuk). Bila komposisi ini terjadi perubahan maka akan terjadi gangguan pencernaan serta penyakit autointoksikasi.

Berikut data gejala penyakit akibat autointoksikasi yang dikemukakan oleh Dr Bernard Jensen:

  • Asma, Gangguan paru-paru Lain,
  • Bisulan, Borokan, Eksim, Gatal-gatal pada kulit,
  • Gangguan Endokrin,
  • Gangguan Irama Jantung,
  • Gangguan Pencernaan (Misal: Kembung, Mual-mual, Maag, Konstipasi, Diare) dan gangguan Penyerapan,
  • Macam-macam Tumor/kanker Hati,Usus Besar, Pankreas,
  • Macam-macam Sakit Kepala,
  • Cepat Tersinggung, Pemarah, Letih Lesu, Gairah Menurun, Depresi,
  • Gangguan kandung Kemih, Gangguan ginjal, Batu ginjal,
  • Keriput, Flek-flek pada kulit, Jerawat.

Referensi:

http://www.tampabays10.com/news/local/article.aspx?storyid=25442

http://abcnews.go.com/GMA/OnCall/story?id=1641825 http://abuaqila-interactive.blogspot.com/2007/09/pembersihan-usus-colon-cleansing.html

Redaksi,

January 31, 2009, 11:08 pm

 

2 thoughts on “Di Balik Nikmatnya Minuman Dingin Di Jakarta

  1. kalo aku di sini biasa minum air keran, yg digunakan juga utk nyuci dsb. Emang pernah denger kalo es batu yg di tanah air itu biasanya dibikin dr air yg belum dimasak ya. Jadi ngeri juga ya kalo biasa jajan sembarangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s