Kratingdaeng Mengandung Bahan Terlarang

Pernahkah Anda membayangkan apa yang terkandung dalam sebotol Minuman Energi Kratingdaeng?

Pada kemasan tercantum zat yang bernama Glucuronolactone, bahan yang dibuat pemerintah Amerika Serikat di awal tahun 1960. Glucuronolactone pertama kali digunakan di Perang Vietnam untuk mengangkat moral Pasukan GI yang menderita stress atau kelelahan.

Zat ini kemudian dilarang setelah beberapa tahun kemudian diikuti oleh sejumlah kematian dan ratusan kasus yang berhubungan, mulai dari migrain akut hingga tumor otak, pada personil yang diberikan senyawa ini. Dari tahun 1973 hingga kini penggunaan Glucuronolactone untuk konsumsi massal masih dilarang di Amerika Serikat.

Sayangnya zat ini tidak masuk ke Eropa pada masa awalnya, sehingga tidak pernah dilarang oleh Masyarakat Uni Eropa. Sebuah artikel edisi bulan ini dari British Medical Journal telah menyoroti sejumlah peningkatan kasus yang dilaporkan oleh para dokter dan ahli medis yang menyerupai gejala di tahun 70an. Semua pasien merupakan peminum Kratingdaeng yang teratur. Hingga kini dipercaya bahwa keamanan dari Glucuronolactone sedang dikaji ulang oleh paling sedikitnya 3 negara utama Uni Eropa.

Tolong sebarkan pesan ini kepada seluruh peminum Kratingdaeng yang anda tahu dan sekarang anda telah tahu apa yang menyebabkan anda mengalami sakit kepala setelah minum minuman tersebut.

Status: Tidak Benar

Glucuronolactone adalah metabolisme alami, yang diproduksi dari karbohidrat melalui sistem metabolisme tubuh manusia. Sama sekali bukan merupakan zat yang dikembangkan oleh pemerintah Amerika Serikat di tahun 1960 seperti yang selama ini diisukan.

Sejauh ini 1 botol Kratingdaeng mengandung 600 mg glucuronolactone yang seharusnya 250 kali dari yang dianjurkan dari konsumsi normal per hari. Tidak ada bukti bahwa hal tersebut akan membahayakan, tetapi jumlahnya yang besar memang patut mendapat perhatian.

Penelusuran di The British Medical Journal gagal untuk menemukan artikel yang menjelaskan masalah ini, padahal email yang memberi peringatan di atas mengatakan memperoleh referensi darinya. Begitu pun penelusuran ke website Food and Drug Adminisration juga tidak menemukan satu pun artikel atau penjelasan tentang glucuronolactone.

Sesungguhnya isu Glucuronolactone bukanlah satu-satunya isu yang menghantam Kratingdaeng. Bahkan ada yang mengatakan bahwa formulanya dibuat dari testis sapi, atau menimbulkan ketergantungan, peminumnya akan mendapat hasil positif pada tes narkoba setelah meminum setengah botolnya saja, atau akan dilarangnya minuman ini di wilayah Eropa, dan sebagainya. Semua isu tersebut tidaklah benar

Meskipun minuman tersebut tidak dilarang untuk dijual di seluruh wilayah Eropa, akan tetapi beberapa negara memang melarangnya seperti Denmark, Malaysia, dan Perancis. Namun perhatian mereka lebih karena jumlah kandungan kafeinnya yang sangat tinggi. Kratingdaeng, atau yang di Eropa lebih dikenal dengan nama Red Bull, pertama kali diciptakan di Austria pada tahun 1987 dan dipasarkan sebagai minuman energi dengan kampanye kegunaannya adalah: mengembangkan kualitas otot, menambah daya tahan sebesar 25%, dan menyegarkan pikiran dan tubuh.

Namun sehebat apapun keuntungan kesehatan yang dikampanyekan, tetap banyak klaim yang ditujukan padanya. Minuman ini jadi legenda di kalangan anak muda karena mampu meningkatkan daya tahan tubuh yang disebabkan kandungan kafein di dalamnya. Kandungan kafein di dalam sebotol Kratingdaeng setara dengan secangkir kopi (dengan tingkat variasi antara 80 – 180 mg tergantung pada bagaimana proses pembuatannya).

Selain itu, minuman ini juga mengandung taurine, yaitu zat sintetis tiruan asam amino sulfur, cysteine. Taurine sering ditemukan sebagai bahan yang terkandung dalam susu formula bayi. Kritik utama dari minuman ini adalah pada jumlah kafein yang tinggi (sebanding dengan apa yang ditemukan di secangkir kopi) dan kandungan gula (sekitar 5 sendok teh per 250ml). Kafein memang dapat mematikan dalam dosis yang besar.

Tetapi jumlah yang diperkirakan mampu berakibat fatal adalah 10 gr dan untuk itu dibutuhkan 125 botol kemasan Kratingdaeng. Dengan mengabaikan kampanye marketing dari minuman ini, gula sendiri bukanlah sumber energi yang lebih baik dibandingkan makanan atau minuman lainnya. Cairan yang terbaik untuk memulihkan dari dehidrasi hanya mengandung sejumlah garam dan gula. Hal ini yang membuat Kratingdaeng menjadi minuman yang berbeda bagi kaum olahragawan.

Apapun kesimpulan yang digambarkan dari nama atau logonya, Kratingdaeng sama sekali tidak menggunakan bahan baku hewani, bahkan taurine yang digunakan dibuat dari proses sintesis. Sejauh ini selain dipenuhi oleh salah paham tentang konsetrasi kafein yang tinggi pada minuman tersebut, ada kecurigaan bahwa taurine dalam dosis besar tidak menguntungkan bagi manusia. Oleh karena itu ada kecurigaan bahwa Kratingdaeng menyebabkan 4 kematian.

Pada tahun 1991, ada laporan kematian 3 orang di Swedia. Dua orang diantaranya telah mencampurkan minuman tersebut dengan alkohol, sedangkan yang seorang meninggal saat ia sedang berolahraga ringan. Tidak ada bukti langsung yang mengaitkan Kratingdaeng sebagai penyebab utama kasus tersebut. Tahun 1999, Ross Cooney, seorang pemain bola basket dari Irlandia minum 3 botol Red Bulls sebelum meninggal dalam pertandingan. Penyebab kematiannya disebutkan sebagai adanya penyempitan pembuluh darah dan serangan jantung.

Redaksi,

October 30, 2007, 12:16 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s