Sejumlah Taksi Jakarta Masuk Daftar Hitam

Kejahatan di DKI Jakarta ternyata semakin mengkhawatirkan sekaligus mengerikan. Farida dari Program Officer CTP American Center for International Labor Solidarity (ACILS) menyebutkan, belum lama ini seorang wanita (Business Centre Manager-nya Regent) diculik, ketika naik taksi QUEEN jam 5 sore dari depan hotel Regent di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Diceritakannya, setelah wanita itu masuk, ternyata taksi tersebut sudah diikuti oleh sebuah mobil berisi empat orang lelaki. Sampai di dekat Tugu 66, dimana lalu lintas sedang macet, dua orang masuk dari pintu belakang kanan-kiri, satu orang di pintu depan, satunya lagi stay di mobil mengikuti taksi dari belakang. “Sebelum sempat teriak, temanku itu sudah direbahkan di bawah kursi belakang, meringkuk dan diinjak oleh dua lelaki,” kata Farida kepada pers di Jakarta, Rabu (20/12). Ia mengatakan, mereka mengancam akan membunuh bila berusaha cari pertolongan. Seluruh barang berharga diambil, lalu mereka berputar-putar 3-4 jam mencari lokasi ATM yang sepi agar dapat menguras isi tabungan dengan leluasa. 

“Setelah mendapatkan uang mereka pergi ke arah Pluit untuk membuang teman perempuan saya di jalan tol yang sepi dan menusuk kakinya sebelum dia dilemparkan ke jalan,” kisahnya. Terkait dengan hal tersebut, katanya, Polda Metro Jaya kini mem-black list sejumlah taksi yang dinilai merugikan penumpang. Taksi-taksi itu adalah, KOTAS, STEADY SAFE, PRESTASI, DIAN, ROYAL CITY, QUEEN, dan GOLDEN TAXI. Belum lama setelah kejadian di atas, terjadi lagi perampokan penumpang taxi (seorang karyawati bagian iklan majalah Femina) di sekitar jalan Raya Cikokol, Tangerang.

Ringkasan Kejadian:  Sekitar Jam 17.00 seorang karyawati majalah Femina menyetop taksi warna biru (yang ini belum diketahui dari perusahaan mana karena sekarang udah banyak taxi yang pake warna biru) di depan kantornya di Jl HR Rasuna Said untuk pulang ke Cikokol. Supir Taxi yang belum dketahui identitasnya tsb mengambil rute : Jl Prof Dr Satrio – Jl Jend Sudirman – Jl Gatot Subroto. Selanjutnya taksi tersebut masuk pintu tol slipi dan melaju ke arah tangerang. Saat melintas di Jalan raya cikokol supir taxi tsb menghentikan mobilnya, dan tak lama kemudian tiga pria masuk ke taxi tsb. satu orang duduk disamping supir taxi, dan yang dua lagi duduk di kursi belakang mengapit korban. Di dalam taxi pria-pria tsb memaksa korban untuk menyerahkan seluruh barang berharganya.Taxi yang sudah sampai di jalan raya cikokol berputar arah dan kembali ke arah Jakarta. Selanjutnya, sudah dapat ditebak, selama berputar-putar di Jakarta korban diptreteli dan dipaksa untuk menyebutkan PIN kartu ATM yang telah dirampasnya. Tampaknya para pelaku cukup rapi dalam merancang aksinya. Terbukti mereka memilih ATM dilokasi tertentu yang tidak ada kamera pengawasnya.Setelah menggasak barang dan uang korban, korban kemudian diturunkan di daerah sunter Jakarta Utara.

Status: Belum Tahu

Status kisah di atas belum diketahui apakah benar-benar terjadi atau tidak. Namun, dari penelusuran tim kami, situs POLDA METRO JAYA memang mencatat banyak kejadian serupa. Dari situs POLDA METRO JAYA tercatat bahwa kasus perampokan di dalam taksi cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Korbannya kebanyakan perempuan. Modus yang sering dipakai adalah supir taksi berkomplot dengan penjahat. Ciri-ciri taksi yang harus dihindari adalah:

  1. Berkaca gelap,
  2. Umumnya menggunakan taksi TARIF LAMA yang digemari masyarakat,
  3. Biasanya tidak mangkal di suatu empat, melainkan berkeliling saja untuk mencari mangsa,
  4. Biasanya di belakangnya diikuti oleh taksi yang berkaca gelap juga,
  5. Pelat nomor polisinya tidak jelas, bisa dilumuri oli atau gemuk,
  6. Yang terakhir, kalau sudah terlanjur naik, apabila tiba-tiba supir berhenti di tengah jalan, langsung lari keluar dari mobil!!! Terkadang, taksi yang digunakan adalah taksi palsu, kawanan penjahat memodifikasi mobil bekas taksi yang banyak dijual belakangan ini. Bentuk rupanya mirip taksi resmi, cuma nomor pintu, nomor polisi, logo dan identitas lain dipalsu.

Menurut Kasat III Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Fadil Imran, sejumlah jalan-jalan yang kerap dijadikan tempat operasi diantaranya kawasan jalan protokol ibukota seperti Jl Casablanca, Jl Setia Budi, Jl Jend Sudirman, Jl Panglima Polim, Jl Rasuna Said, dan Jl Gatot Subroto Jakarta Selatan. Sindikat biasanya beraksi antara jam pulang kerja kantor atau sekitar pukul 16.00 hingga 21.00 dan dalam sehari beroperasi hingga dua kali. Sejumlah taksi yang digunakan sindikat kejahatan taksi kini diamankan di Mapolda Metro Jaya, diantaranya Celebrity Taxi, Indo Taxi, Golden Taxi, dan President Express Taxi.

Redaksi, 

January 25, 2008, 7:02 pm 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s