Latar Belakang lagu Tears in Heaven

Kamu pasti tahu atau paling tidak pernah mendengar lagu “Tears In Heaven” yang populer itu kan? Lagu tersebut dinyanyikan dan diciptakan oleh Eric Clapton dan katanya dipersembahkan untuk anaknya yang meninggal dunia pada umur 4,5 tahun.

Tears in Heaven – by Eric Clapton and Will Jennings

Would you know my name

If I saw you in heaven?

Would it be the same

If I saw you in heaven?

I must be strong

And carry on,

‘Cause I know I don’t belong

Here in heaven

Would you hold my hand

If I saw you in heaven?

Would you help me stand

If I saw you in heaven?

I’ll find my way

Through night and day,

‘Cause I know I just can’t stay

Here in heaven

Time can bring you down

Time can bend your knees

Time can break your heart

Have you begging please, begging please

Beyond the door

There’s peace I’m sure

And I know there’ll be no more

Tears in heaven

Would you know my name

If I saw you in heaven?

Would it be the same

If I saw you in heaven?

I must be strong

And carry on

‘Cause I know I don’t belong

Here in heaven

Status: Benar

Conor Clapton (4,5 tahun) meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 53 di sebuah apartemen di kota New York. Tragedi itu terjadi pada tanggal 20 Maret 1991, saat Lori Del Santo (ibunda Conor) dan Conor sedang mengunjungi New York dan menginap di sana selama sebulan. Hari itu, staf pembersih apartemen sedang membersihkan kamar mereka. Lori berpesan kepada pengasuh Conor agar jangan meninggalkan Conor sendirian. Saat itu pembersih sedang membuka jendela. Ketika pembersih sedang memberi tahu pengasuh bahwa jendela sedang terbuka, tiba-tiba saja Conor berlari ke arah jendela tersebut, dan terjadilah tragedi tersebut.

Lagu “Tears In Heaven” diciptakan tahun 1991 untuk film “Rush”, tetapi sesungguhnya itu adalah bentuk kesedihan Eric Clapton atas kehilangannya. Lagu tersebut memperoleh penghargaan “Best Pop Vocal Performance (Male Category)” pada ajang Grammy Awards tahun 1993. Lagu lain yang ditulis Eric untuk Conor adalah “The Circus Left Town” –mengingatkannya pada malam terakhir ia bersama anaknya, mereka pergi ke sirkus- dan “Lonely Stranger”.

Referensi:

http://snopes.com/music/songs/tears.asp

http://www.eric-clapton.co.uk/interviewsandarticles/loryinterview.htm

Redaksi,

January 30, 2008, 9:44 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s