Manusia Belum Pernah Mendarat Di Bulan

TEORI KONSPIRASI; MANUSIA BELUM PERNAH MENDARAT DI BULAN

Tahun 2001, jaringan televisi Fox di AS, menyiarkan acara yang berjudul “Conspiracy Theory: Did We Land on The Moon?” yang dibawakan oleh salah satu aktor dari the X-Files, Mitch Pileggi. Acara ini mencuatkan kembali isu moon hoax ini, yang pertama kali diprakarsai oleh Bill Kaysing (1922-2005) dalam bukunya: “We Never Went to the Moon: America’s Thirty Billion Dollar Swindle”.

Nah, inilah 5 sanggahan paling populer yang dipercayai oleh para Hoax Believer (HB) kenapa mereka percaya NASA (Amerika) tidak pernah mendaratkan manusia di bulan, sekaligus 5 jawaban dari mereka yang tetap percaya bahwa Amerika telah mendarat di bulan.

1. Hoax Believer: Adalah aneh bagi foto-foto yang diambil di bulan yang tidak menunjukkan adanya bintang di langit satupun! Padahal langit di bulan selalu berwarna hitam kelam. Jadi ke mana perginya itu bintang-bintang? Sepertinya foto-foto tersebut dibuat di studio!

Jawaban Pendukung NASA/NASA supporter (NS): Langit di bulan memang selalu berwarna hitam, tidak peduli apakah itu siang atau malam, karena di bulan memang tidak ada atmosfir, tidak seperti halnya di bumi yang pada siang hari langit berwarna biru karena cahaya matahari disebarkan di atmosfir. Jadi kemana perginya bintang-bintang? Bintang-bintang tetap berada di situ!

Tetapi terlalu pudar untuk dapat difoto. Ingat! Pengambilan gambar dilakukan pada saat pagi hari waktu bulan, pada saat matahari dekat di horizon dan pengambilan gambar astronot yang berada di darat atau di horizon yang berarti dekat dengan piringan matahari secara deklinasi. Di tambah pula kecepatan rana pada settingan kamera yang harus dipasang cepat agar supaya gambar tidak terlalu terang, namun itu berarti juga bahwa benda-benda yang bersinar redup seperti bintang tidak dapat tertangkap di dalam gambar.

2. HB : Nah, di pesawat lunar lander yang mendarat di bulan, tidak ada kawah pada bekas pendaratan, padahal bekas semburan roket dari lunar lander yang mendarat itu secara logika harus meninggalkan bekas kawah di bekas semburan roket pada saat pendaratan!

NS: Di Bumi, udara atau atmosfir menjadi hambatan atau tahanan dari seluruh arah bagi semburan roket, itu sebabnya semburan roket menjadi lebih terarah ke bawah dan semburan roket akan menimbulkan tekanan yang besar ke bawah sehingga menimbulkan kawah di bekas pendaratan, apalagi pada permukaan yang berpasir/bertanah (tidak beraspal). Di Bulan tidak ada udara atau atmosfir yang menahan semburan roket, sehingga semburan roket terjadi ke segala arah dan tidak terkonsentrasi ke bawah, sehingga tekanan ke bawah yang ditimbulkan oleh semburan roket akan sangat berkurang, itu sebabnya maka tidak ada bekas kawah pada semburan roket.

3. HB: Bendera Amerika yang ditancapkan terlihat seperti berkibar di dalam foto, padahal di bulan tidak ada udara jadi tidak mungkin bendera itu bisa berkibar!

NS: Bendera yang ditancapkan di bulan memakai dua buah tiang, yang satu tiang vertikal seperti yang kita pakai untuk mengibarkan bendera di bumi, namun di bulan, agar dapat terlihat ‘berkibar’ perlu satu tiang horizontal lagi di atas, itu karena di bulan tidak ada atmosfir. Nah, yang terlihat seperti ‘berkibar’ itu sebenarnya bukan ‘berkibar’ tetapi karena bendera tersebut kusut karena dilipat agak sembarangan sewaktu dibawa ke bulan. Nah, bendera yang kusut tidak bisa langsung menjadi rapih tegak, apalagi di bulan yang tidak punya atmosfir dan daya tarik yang lemah. Di Bumi bagian bawah bendera dapat ditarik oleh gravitasi bumi yang lebih kuat ke bawah sehingga membantu bendera yang kusut menjadi lebih licin, begitupula dengan udara yang bergerak atau angin sedikit banyak ikut melicinkan bendera yang kusut.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa bendera itu terlihat berkibar karena tiang yang horizontal di atas kurang panjang sehingga bendera tersebut menjadi ‘bergelombang’ ketika akan ‘dikibarkan’, jadi yang terlihat seperti berkibar itu adalah bendera yang ‘bergelombang’ karena tiang horizontal yang kurang panjang. Konon, memang efek ‘gelombang’ ini sengaja dibuat oleh para astronot sehingga bendera nampak seperti berkibar.

4. HB: Ketika pesawat (lander) berangkat lepas landas dari bulan kembali menuju bumi, tidak ada api pancaran roket yang terlihat, setiap roket tentu mempunyai api pancaran roket ketika lepas landas! Jadi lepas landas pesawat tersebut palsu!

NS: Ada sebuah penjelasan sederhana kenapa kita tidak bisa melihat api pancaran roket pada saat pesawat lepas landas dari bulan! Itu karena bahan bakar yang digunakan oleh lander yang tidak menimbulkan api pancaran roket. pesawat (lander) tersebut menggunakan bahan bakar campuran antara hidrazin (N2H4) dan dinitrogen tetroksida (N2O4). Campuran bahan bakar ini tidak menimbulkan api pancaran roket yang terlihat.

5. HB: Radiasi yang terdapat di sabuk van Allen dan di luar angkasa dapat membunuh astronot dalam beberapa menit. Hal ini juga didukung oleh pernyataan mantan seorang kosmonot bekas Uni Soviet yang terlibat dalam program penjelajahan bulan yang dilakukan bekas Uni Soviet.

NS: Menurut banyak pendukung NASA, pernyataan HB soal radiasi ini sangat tidak masuk akal. Betul jikalau para astronot tidak terlindungi, bisa jadi radiasi akan membunuh para astronot jika astronot-astronot tersebut berada di sabuk van Allen dalam waktu yang cukup lama. Namun perjalanan Apollo ini dikatakannya termasuk ‘cepat’ sehingga tidak cukup waktu bagi partikel-partikel dan energi-energi radian memasuki tubuh astronot dalam jumlah yang mematikan. Lagipula astronot terlindung oleh lapisan metal pesawat angkasa yang dikatakan tentu saja dapat memblok hampir semua radiasi yang mengenai pesawat angkasa tersebut.

Sebenarnya masih banyak sekali argumen-argumen para Hoax Believers yang diajukan yang ‘mendukung’ teori konspirasi bahwa Amerika/NASA tidak pernah mendarat di bulan. Namun semuanya ‘bisa dijawab’ oleh NASA dan para pendukungnya dengan ‘cukup tangkas’. Hanya satu pertanyaan saja yang tidak bisa dijawab oleh NASA dan pendukungnya dengan baik dan jelas, yaitu: “Kenapa setelah hampir 40 tahun NASA tidak pernah mengirimkan manusia ke bulan lagi!” Itulah pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan memuaskan oleh NASA (dan para pendukungnya)! NASA memang merencanakan mengirimkan astronotnya kembali ke bulan tahun 2018 (Itupun belum tentu jadi ataupun tepat waktu)! Kenapa harus menunggu 11 tahun untuk merencanakan pergi ke bulan dengan teknologi yang lebih canggih dibandingkan teknologi tahun 1960an?? Padahal di tahun 1960an, NASA hanya membutuhkan 7 tahun untuk merencanakan pergi ke bulan! Sungguh sesuatu hal yang sangat aneh. Baru-baru ini satelit atau wahana ruang angkasa Uni Eropa SMART-1 yang salah satu tugasnya memotret permukaan bulan, mengatakan telah menemukan/memfoto dari jarak jauh bekas-bekas pendaratan Apollo di bulan, namun SMART-1 tidak pernah mengatakan menemukan tanda-tanda jejak-jejak atau tanda-tanda bekas manusia di bulan. Mendaratkan wahana tak berawak di bulan tentu berbeda dengan mengirimkan manusia ke bulan, mengirimkan manusia ke bulan tentu jauh lebih sulit dibandingkan mengirimkan wahana tak berawak ke bulan.

Namun ada satu faktor yang juga harus diperhitungkan oleh para HB, yaitu (terutama di masa perang dingin), jikalau AS/NASA memalsukan pendaratan di bulan, tentu yang paling berkompeten (dan juga yang pasti paling bersemangat) dalam membongkar kasus ini adalah bekas Uni Soviet atau Rusia, karena merekalah di luar AS yang mempunyai kemampuan teknologi yang paling baik guna membongkar kepalsuan ini. Dan tentu fihak (bekas) Uni Soviet dapat menceritakan atau menyimpulkan lebih baik tentang isu teori konspirasi ini. Namun sampai saat ini Uni Soviet tetap bungkam (atau tidak peduli?) dalam kasus ini.

Status: Tidak Benar

Ada anggota tim Benarnggak yang mengusulkan – jawaban yang benar adalah “BELUM TAHU”, tetapi karena ini demokrasi, mayoritas menang. Kenyataan adalah sampai sekarang Teori Konspirasi ini masih gencar beredar di internet. Pihak Pro dan Kontra pun masih gencar dengan alasan masing-masing. Bagaimana menurut anda? Pendapat dari seorang astronom bernama Phil Plait bisa dibaca di sini.

Pendapat Priyadi bisa dibaca di blognya.

Pendapat Imam Hanafi bisa dibaca di wikimu.

Redaksi,

January 30, 2008, 9:48 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s