Melamin Palsu yang Berbahaya

Saat ini melamin dah banyak sekali dipakai di dapur-dapur kita. Penggunaannya bisa berupa piring, mangkuk, sendok, dll. Beberapa keunggulan benda ini antara lain ringan, anti pecah, tersedia dalam banyak sekali variasi warna, anti panas, dan muyah karena bisa diproduksi dengan massal.

WASPADA!!! Karena diantara banyaknya melamin asli yang beredar ternyata ada beberapa diantaranya merupakan melamin palsu yang merupakan bahan residu kimia tertentu. Efeknya SANGAT MEMBAHAYAKAN KESEHATAN.

Salah satu sifat melamin asli adalah tahan panas. Tapi melamin palsu ini tidak! Karenanya ketika benda palsu ini terkena panas, seperti beberapa benda kimia tertentu lain yang tidak tahan panas (misal berbagai bahan plastik sampai kresek), ada beberapa unsur dari melamin palsu ini yang terpisah dan kemudian larut dalam makanan yang jadi hidangan kita (khususnya makanan berkuah dan panas). Unsur ini bisa menimbulkan kanker ato kerusakan tubuh lainnya lho dan dalam dosis tertentu (apabila terlalu banyak) yang mengkonsumsinya bisa meninggal.

Oh ya perlu kalian perhatikan juga hindari membungkus makanan panas dengan plastik (khususnya makanan berkuah). Lebih sehat kalo kita menggunakan rantang logam yang biasanya digunakan kalau kemping itu lho! Plastik, meski dibilang anti panas, pasti ada unsur-unsurnya (walaupun sedikit) yang larut dan terpisah dari bagian induknya. Bagaimana dengan gorengan? Kalau gorengannya dibungkus dengan kertas dahulu maka akan aman.

Hanya satu permasalahan yang berkaitan dengan benda plastik melamin palsu ini: PANAS. Untuk pemakaian makanan yang dingin, ancaman ini tidak perlu dikhawatirkan. Cara membedakannya bisa dengan tes ini.

  • Rebus alat melamin tersebut selama 20 menit. Melamin itu anti panas. Perhatikan! Kalau melamin palsu bentuknya tidak utuh lagi (perhatikan bentuk awal), jadi agak keriting, Tidak mulus, sama seperti bahan plastik keras (misal plastik buat mainan, atau produk lain) yang dipanaskan.
  • Coba bakar pake api lilin atau gasolin. Tidak lama kemudian apabila melamin tersebut palsu maka akan terdengar suara “bletuk… bletuk” dan asap yang dihasilkan berbau sangat tajam. Sedangkan apabila dihirup bikin akan membuat pusing.

Status: Benar

Tim kami memberikan kisah ini status BENAR tetapi pembaca lebih baik membaca latar belakangnya. Sebenarnya pesan di atas bertujuan baik, sayang penjelasannya kurang detail dan tidak ditulis referensinya, sehingga menimbulkan kecurigaan dan dikhawatirkan akan menimbulkan kesalahan persepsi. Dikutip dari situs Depkes.go.id – Kandungan apakah yang disebut-sebut membahayakan dalam melamin? Zat berbahaya itu formaldehid namanya. Dalam kadar tinggi bahan ini akan berdampak buruk bagi kesehatan. Berdasarkan acuan kesehatan di Inggris, paparan maksimumnya 2 ppm atau 2 mg/l. Sedangkan Amerika Serikat (AS) menetapkan paparan maksimum untuk jangka panjang 1 ppm dan jangka pendek 2 ppm.

Penelitian laboratorium selama dua tahun oleh Chemical Industry Institute of Toxicology yang dimulai tahun 1979 menunjukkan, kontak dengan formaldehid menyebabkan kanker hidung pada tikus. Penelitian ini didukung oleh 36 perusahaan kimia di AS. Tahun 1987 Environmental Protection Agency (EPA) AS menggolongkan formaldehid sebagai zat yang mungkin memicu kanker. Beberapa penelitian juga membuktikan, pekerja yang terpapar formaldehid berisiko terserang kanker lebih besar beberapa kali, apalagi jika berlangsung terus-menerus. AS kemudian secara tegas menyatakan, formaldehid sebagai pencetus kanker bagi manusia. Uap formaldehid memicu radang pada mata (perih), hidung, saluran pernapasan atas, batuk, bronkitis, pneumonia, dan asma. Bagaimana senyawa formaldehid dalam melamin dapat muncul kembali?

Menurut Bambang Ariwahjoedi, pengajar pada FMIPA ITB, melamin merupakan persenyawaan (polimerisasi) kimia antara monomer formaldehid dan monomer fenol. Bila kedua senyawa bergabung, sifat racun formaldehid akan hilang karena terlebur menjadi satu senyawa, yaitu melamin. Formaldehid dalam senyawa melamin dapat muncul kembali karena depolimerisasi. Akibat proses ini, formaldehid terlepas menjadi monomer yang bersifat racun. Pemicunya bisa berupa paparan panas, sinar ultraviolet, gesekan, dan tergerusnya permukaan melamin hingga partikel formaldehid terlepas. Meski tahan di rentang suhu 120 derajat celcius sampai 30 derajat Celcius di bawah nol, tapi karena menyerap panas, melamin tak tahan dipapar panas terlalu tinggi. Apalagi terpapar dalam jangka waktu lama. Oleh sebab itu melamin tak bisa digunakan dalam microwave.

Bagaimana cara menguji kadar formaldehid oleh YLKI? Untuk menguji kadar formaldehid pada beberapa produk berbahan melamin, YLKI melakukan dengan beberapa cara. Pertama, uji rebus. Produk melamin direbus dalam 2 liter air selama 30 menit dalam panci tertutup berlubang kecil untuk menghindari tekanan. Ini untuk memperbandingkan dengan kebiasaan konsumen menggunakan wadah itu bagi air mendidih, misalnya menyeduh teh, kopi, atau sebagai wadah bakso kuah dan sup panas yang biasa disantap selama 15 – 30 menit. Juga untuk menguji penggunaan berulang dengan air mendidih. Kedua, uji kadar formaldehid dengan Pharmacopoeia Standard (Baku Mutu Farmakop).

Hasilnya, seperti yang terungkap dalam Warta Konsumen, September 2004, enam merek melamin impor Cina ternyata berkadar formaldehid tinggi, 4,76 – 9,22 mg/l. Sementara merek lokal (Onyx, Golden Dragon, Vanda, Hoover) berkadar kurang dan 0,05 mg/l. Bagaimana cara mudah untuk menguji keaslian melamin

Agar tak waswas, kita bisa melakukan uji sederhana untuk memastikan apakah perangkat makan melamin kita asli atau tidak memenuhi food grade (lihat http://bundane.wordpress.com/). Pertama, uji bakar sederhana. Bakarlah ujung melamin dengan lilin selama 20 detik. Jika tercium gas formaldehid yang menyengat, berarti tidak memenuhi food grade. Pada melamin asli hanya tampak gosong tanpa bau formaldehid. Kedua, uji rebus selama 30 menit sampai satu jam. Melamin palsu (dalam hal ini impor dari Cina) akan berubah bentuk, meliuk, bahkan rapuh dan mencair. Uap rebusannya pun menyebabkan mata perih, batuk, dan mual. Walau sekilas sama, secara fisik kita bisa membedakan melamin asli dan palsu. Melamin asli lebih tebal dan berat dibandingkan dengan melamin palsu yang lebih terkesan sebagai plastik.

Bila sesama melamin asli dibenturkan, bunyi yang terdengar akan lebih “tebal” dibandingkan dengan pembenturan antar melamin palsu. Permukaan melamin asli lebih licin dan berkilau, sedangkan yang palsu mudah ternoda oleh pangan berwarna (misalnya, teh atau kopi) hingga warnanya lebih gelap. Walau lama-kelamaan akan kusam juga, melamin asli lebih stabil ketimbang yang palsu. Penjelasan lengkap dapat dibaca di Direktorat Perlindungan Konsumen.

Redaksi,

February 9, 2008, 1:39 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s