Wanted: Pengemudi B8679BP

From: “djodyiklan”

Sent: Tuesday, 30 May, 2006 2:28 PM

Subject: [detikinet] B 8679 PB – Separah Inikah Mentalitas Pengemudi di Jakarta?

Teman-teman sekalian,

Saya ingin menceritakan kejadian yang sangat mengerikan yang terjadi di jalanan di kota metropolitan kita ini. Kejadian ini tidak terjadi pada saya, namun kejadian ini menimpa orang lain dan saya menyaksikan sendiri, bagaimana kejamnya hukum rimba di jalanan di kota Jakarta tercinta ini. Mohon diingat bahwa dalam menulis ini karena hati nurani saya terketuk. Sudah separah inikah mentalitas pengemudi di Jakarta tercinta ini?

Ada dua hal yang ingin saya capai.

Pertama, adalah untuk menyadarkan sopir/pemilik mobil yang melakukan tindakan tidak berkemanusiaan ini untuk sadar. Maka dari itu saya menuliskan secara jelas pelat nomor dan deskripsi mobilnya agar yang bersangkutan tahu bahwa apa yang dilakukannya jelas salah.

Kedua, adalah untuk memberitahu rekan-rekan (dan tentunya juga mengingatkan saya sendiri) bahwa masih banyak orang-orang yang memberlakukan hukum rimba dalam berkendara. Kita (dan tentunya saya sendiri) memang harus tenang dan sabar dalam berkendara, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kejadiannya seperti berikut.

Tanggal 26 Mei 2006 sekitar jam 3:15 sore, saya (mengendarai Toyota Fortuner) masuk tol kota dari Rawamangun ke arah Cawang. Tujuan akhir saya adalah Cibubur. Saat saya berkendara di jalur paling kanan segera setelah saya masuk tol. Di kaca spion saya lihat Suzuki Karimun ada dibelakang saya, dan Honda CR-V (generasi kedua CR-V sekitar tahun 2003-2004) berwarna hitam ada di belakang Karimun.

Terlihat CR-V tersebut memakai strobe light (lampu yang berkedip cepat, seperti yang biasa digunakan pada pengawal presiden, polisi, dan lain-lain) yang diletakkan didalam grille depan, namun masih jelas terlihat cahayanya. Juga terlihat bahwa CR-V ini mempunyai tiang untuk bendera kecil (seperti yang biasa kita lihat di mobil menteri atau pengawal presiden) yang terletak persis di tengah bumper depan.

CR-V ini mengedip-ngedipkan lampu besar, selain tetap menyalakan strobe light-nya untuk meminta Karimun minggir. Sebelum sempat Karimun itu minggir, Honda CR-V ini menyalip dari samping kiri, masuk ke jalur kanan lagi dan rem mendadak. Sepertinya untuk menghukum/membuat kaget Karimun itu karena tidak memberikan jalan segera cepat. Saya melihat kejadian itu melalui spion saya. Terlintas dua kemungkinan di pikiran saya. Pertama, mobil CR-V ini sedang mengawal pejabat. Atau kedua, mungkin memang sopir mobil CR-V menyalakan strobe light hanya ini berlaku sewenang-wenang di jalan. Saya buru-buru ambil jalur tengah, memberikan jalan untuk CR-V itu supaya saya tidak mengalami hal yang sama seperti Karimun di belakang saya.

Setelah CR-V melewati saya, baru saya tahu bahwa ternyata CR-V ini tidak sedang mengawal pejabat. Jadi memang sopirnya berlaku arogan di jalan saja. Yang membuat saya heran adalah pelat nomor mobilnya adalah pelat hitam, dengan nomor polisi B 8679 PB (saya sampai ingat pelat nomor mobilnya, karena sangat sebal dengan tindakan arogan sopirnya terhadap orang lain di jalan). Saya menjadi bertanya-tanya apakah memang diperbolehkan untuk menggunakan tiang bendera kecil dan strobe light pada mobil yang berpelat hitam?

CR-V tersebut melaju dengan sangat kencang, menyalip kanan-kiri sampai akhirnya hilang dari pandangan. Beberapa menit berlalu, saya sekarang sudah semakin dekat ke Cibubur, saya baru saja melewati exit Pondok Indah.

Beberapa saat kemudian, saya lihat CR-V yang sama ada berhenti di bahu jalan. Di depannya ada Honda City baru. Honda City tersebut parkir melintang di depan CR-V tersebut. Kelihatannya sepertinya CR-V tersebut dipaksa minggir/berhenti oleh City itu.

Saya lihat pengemudi City sudah turun dari mobil dan berada di sisi sopir CR-V. Sopir CR-V duduk didalam mobilnya. Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan. Kalau dugaan saya, sopir City mungkin sedang marah-marah kepada sopir CR-V karena sopir CR-V tersebut mengemudi dengan ugal-ugalan. Saya tetap melaju dan sekarang saya sudah mendekati exit Cibubur yang tinggal 1 km lagi. Saya ambil jalur kiri (jalur paling kiri, bukan bahu jalan). Di kaca spion kiri, saya lihat di kejauhan mobil hitam melaju dengan kencang sekali di bahu jalan. Saya duga mobil itu adalah mobil CR-V yang kabur dikejar City. Ternyata saya salah, karena ternyata itu adalah mobil Nissan X-Trail hitam yang sedang dikejar oleh CR-V hitam yang masih dengan strobe light yang dinyalakan dan lampu besar yang dinyalakan.

Dugaan saya, sopir mobil X-Trail tersebut melakukan suatu hal yang tidak disukai oleh sopir mobil CR-V sehingga kejar-kejaran terjadi. Saya melaju sekitar 80-100 km/jam di jalur paling kiri tersebut (jalanan memang lagi kosong) dan dugaan saya, mereka (X-Trail danCR-V) melaju dengan kecepatan sekitar 160 km/jam di bahu jalan, menyusul saya dari kiri. Saking kencangnya dan dekatnya mereka menyusul saya (perlu diingat, bahu jalan tidak lebar), mobil Fortuner saya bisa bergeser ke kanan (seperti terasa disusul oleh bus). Jelas ini merupakan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan kedua mobil tersebut.

Saya lihat mereka berdua mengambil exit Cibubur juga. Saya lihat pada saat sopir X-Trail membayar tol, sopir CR-V cepat-cepat turun dan menyampiri X-Trail. Sopir CR-V tersebut menendang-nendangi pintu bagian sopir X-Trail, lalu lompat ke kap mesin X-Trail. Loncat-loncat sebentar disana, lalu sopir CR-V tersebut lompat lagi ke atap X-Trail, juga loncat-loncat sedikit disana. Sopir CR-V tersebut lalu turun, menendang pintu bagian sopir X-Trail.

Setelah puas menghukum/membalas dendam/merusak mobil orang lain, sopir CR-V tersebut masuk kembali ke mobil. Sopir X-Trail tidak melakukan apa-apa, hanya diam dimobil. Saya tidak tahu apakah sopir X-Trail itu takut/kaget sehingga tidak melakukan perlawanan apa-apa, atau mungkin sopir CR-V itu memiliki senjata (yang tentunya tidak bisa saya lihat, karena dari posisi mobil saya yang sedang antri karcis, saya tidak bisa melihat apakah ada senjata yang diselipkan di celana atau tidak).

Saya lihat sopir CR-V ketika berjalan kembali ke mobil CR-Vnya mempunyai tinggi sekitar 165 cm, memakai kacamata hitam, rambut agak pendek (namun tidak cepak) dan berkulit sawo matang.

X-Trail lalu menuju kearah Cileungsi, dan CR-V masuk tol lagi kearah Bogor. Jadi sepertinya CR-V tersebut mengambil exit Cibubur, hanya untuk merusak/menghakimi X-Trail itu. Terlepas dari apa salah X-Trail terhadap CR-V, saya rasa tidak benar untuk merusak properti/mobil orang lain. Apabila ada perselisihan, lebih baik panggil polisi dan selesaikan didepan polisi, secara hukum. Negara kita memiliki hukum yang pasti bukan hukum rimba.

Kalau dari apa yang saya lihat, saya mengambil pendapat bahwa CR-V tersebut sangatlah arogan dalam berkendara di jalan raya. Ada dua pesan saya terhadap CR-V hitam B 8679 PB tersebut. Bagi yang mengemudikan CR-V tersebut pada kejadian diatas, mohon lebih sabar dalam berkendara. Tata krama tetap harus dijaga. Tindakan arogan hanya akan mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Seluruh warga negara memiliki hak yang sama. Bukanlah tindakan terpuji, dengan bermodalkan strobe light dan tiang bendera di depan lalu berlaku semena-mena terhadap orang lain dan lalu merusak properti orang lain.

Jika pemilik mobil CR-V tersebut bukan yang mengemudikan mobil itu pada saat kejadian tersebut, mohon kiranya menghukum sopir yang mengemudikan CR-V pada saat kejadian tersebut. Hukuman perlu untuk membuat efek jera. Bagi yang mengenal sopir/pemilik mobil CR-V dengan pelat nomor B 8679 PB tersebut, mohon diingatkan bahwa berlaku arogan tidak ada positifnya. Buatlah pemilik/sopir mobil CR-V tersebut malu sehingga tersadar, bahwa apa yang dilakukannya salah dan bukanlah sesuatu yang hebat. Rasa malu memang perlu kadang-kadang untuk membuat kita tersadar dan kembali ke jalan yang benar.

Bagi para pengguna jalan sekalian, memang masih banyak orang yang tidak berperikemanusiaan, tidak berpendidikan (pendidikan hati bukan pendidikan formal), arogan dan tidak bersopan santun dijalan. Atas hal ini, kita memang musti hati-hati dalam berkendara di jalan dan lebih sabar. Jangan terpancing untuk melakukan sesuatu yang akan kita sesali.

Mohon kiranya bantuan dari teman-teman sekalian untuk menyebarluaskan e-mail ini, agar dua tujuan dari tulisan ini (seperti yang saya sebutkan diawal e-mail ini) dapat tercapai.

Hormat saya,

Jeffrey

Status: Belum Tahu

Kisah ini bisa saja benar tetapi untuk memastikannya tim kami sedang menyelidikinya. Diambil dari blognyaPriyadi.  Ada sebuah surat berantai yang tersebar dari milis ke milis mengenai kelakuan ugal-ugalan pengemudi Honda CR-V di jalan tol. Contohnya bisa dilihat di blog Indra Pramana. Kelakuan pengemudi Honda CR-V tersebut sedemikian parahnya sampai merasa perlu untuk membalas dendam dengan keluar dan menendang serta menginjak-injak mobil ’saingannya’ pada pintu tol keluar Cibubur. Yang menarik, pengirim email menyertakan nomor polisi dari mobil CR-V tersebut. Nomornya adalah B 8679 PB. Setelah membacanya, saya cek ke layanan SMS 1717 dari Polda Metro Jaya untuk mengecek kebenaran nomor polisi tersebut dengan perintah: ‘metro B8679PB’.

Ternyata mobil dengan pelat nomor tersebut bukanlah CR-V. Berikut jawaban SMS dari layanan tersebut: NOPOL:B8679PB JENIS:MICRO/MINIBUS MEREK:M.KUDA VA IW GLX 1.6 WARNA: UNGU METALIK TAHUN:2000 SAH YAD: 16-08-2006 SNTK YAD: 16-08-2010.

Jadi ada beberapa kemungkinan:

  • Penulis email salah mencatat nomor polisi,
  • Penulis email salah mengidentifikasi mobil. Bentuk dasar CR-V memang tidak jauh berbeda dengan Kuda, dan warnanya pun sama-sama gelap. Tetapi karena penulis email bisa mengidentifikasi tahun dan detail lain dari CR-V tersebut, maka saya tidak yakin kemungkinan ini yang terjadi,
  • CR-V tersebut menggunakan pelat nomor palsu,
  • Penulis email mengarang cerita ini, mungkin untuk membalas dendam terhadap pemilik nomor B 8679 PB,
  • Ada kesalahan di database Polda Metro jaya. Yang jelas, email ini sedikit berbau fitnah, yang entah disengaja maupun tidak. Walaupun demikian kejadian seperti yang diceritakan bukan tidak mungkin terjadi di Indonesia. Contohnya adalah kasus rombongan pengendara Harley Davidson ugal-ugalan beberapa waktu yang lalu. Tambahan: ternyata nomor polisi yang mungkin dimaksud si penulis email adalah B 8679 BP, bukan B 8679 PB (informasi dari Eko Juniarto).

Beberapa komentar yang tertulis di blognya Priyadi seperti ini, oleh Masani: HONDA CRV Hitam B 8679 BP tersebut:

Atas nama: Budi Soleh

Alamat: Jl. Swasembada Barat XII/2 RT.12/13, JakUT

Kantor: Menara Jamsostek Tower B Lt 5

Personel: Temperamental, troublemaker, ancur, anak kolong, bapaknya polisi.

Oleh Indra: Buat tambahan informasi, mobil CR-V ini beberapa kali terlihat parkir ditempat khusus parkir dokter (sebelah kanan pintu masuk utama) rumah sakit Bunda, Cikini. Saya memperhatikannya karena penampilan mobil ini sangat menyolok (lampu strobo merah & biru, pelat BP). Apakah ada kemungkinan pemiliknya seorang dokter?

Oleh Ina: betul tuh kt pak eko juniarto platnya memang B 8679 BP.saya kenal dengan pemilik mobil tsb .orangx suka cr masalah, prilakunya buruk skalee..baik d ktr maupun d luar.dia seorang pns.sy percaya kejadian yg d gambarkan d surat berantai tsb memang terjadi.t’akhir sy dpt info budi soleh sdng mencari siapa orang yg telah menyebarkan surat berantai tsb.oh iya budi soleh jg punya mobil toyota yaris merah B XXXX BP.hati2 klo bertemu dngnx d jln.buat budi soleh “namanya d ganti aj,malu punya nama tidak sesuai dengan prilakunya”.jangan sampe nanti kena hukum karma.

Bahkan seseorang yang mengaku bernama Budi Soleh (entah asli atau enggak) juga sempat mengirim komentar: kenapa emang? ada masalah? kalo gak terima laporin aja? beraninya ngadu2 di milis

Dari milis.

Mungkin kalo yang dimaksud no.pol B 8679 BP benar, berikut petikan sms-nya: NOPOL:B8679BP JENIS:JEEP L.C.HDTP MEREK:HONDA CRV RD4.2WDAT WARNA:HITAM METALIK TAHUN 2004 SAH YAD: 14-06-2007 STNK YAD:14-06-2009

Referensi,

February 9, 2008, 1:32 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s